Minggu, 01 April 2018

Zidane Tak Jamin Akan Mainkan Bale saat Hadapi Juventus

MADRID – Winger Real Madrid, Gareth Bale, memberikan kontribusi besar atas kemenangan yang diraih timnya saat menghadapi Las Palmas dalam laga lanjutan Liga Spanyol 2017-2018 pada Sabtu 31 Maret 2018 malam WIB. Pada laga tersebut, Madrid sukses menaklukkan tuan rumah dengan skor 3-0.

Dua dari tiga gol Madrid pada laga tersebut dicetak oleh Bale. Gol pertama dicetak Bale pada menit ke-26 usai mendapatkan umpan dari Luca Modric. Sementara itu, gol kedua dicetak pemain berpaspor Wales itu pada menit ke-51.

Pelatih Madrid, Zinedine Zidane, pun mengaku puas melihat penampilan Bale pada laga tersebut. Menurut Zidane, Bale tampil dengan performa terbaik saat bertandang ke markas Las Palmas Estadio de Gran Canaria. 

Meski telah menunjukkan penampilan yang apik, Zidane nyatanya tak dapat menjamin akan memainkan Bale saat menghadapi Juventus. Pada 4 April 2018, Madrid memang akan bertandang ke markas Juventus melakoni laga leg I babak perempatfinal Liga Champions 2017-2018.

Zidane mengaku akan memantau kondisi Bale lebih jauh untuk memutuskan untuk memainkannya atau tidak. Ia meminta pemain berusia 28 tahun itu menunjukkan kondisi fisik yang prima agar dapat memperkuat Madrid kala bertandang ke Allianz Stadium.

“Saya senang dengan penampilannya. Namun, Bales masih harus menunggu dan melihat apakan dia bisa bermain di laga kontra Madrid yang berlangsung pada Selasa (Rabu 4 April 2018 dini hari WIB),” ujar Zidane, sebagaimana dikutip dari Soccerway, Minggu (1/4/2018).

Bale sendiri sebenarnya telah memberikan kontribusi yang cukup besar kepada Madrid. Ia telah membantu tim yang bermarkas di Santiago Bernabeu tersebut meraih kemenangan di berbagai kompetisi.

Kontribusi tersebut juga ditunjukkan Bale pada musim ini. Sepanjang musim 2017-2018, pemain Tim Nasional (Timnas) Wales itu telah mencetak 12 gol dan memberikan tujuh assist dalam 29 pertandingan yang dilakoninya bersama Madrid di berbagai kompetisi. Berkat kontribusinya, Madrid pun kini bertengger di posisi ketiga klasemen sementara Liga Spanyol 2017-2018.

Tottenham Hotspur Bungkam Chelsea dan Publik Stamford Bridge 3-1

LONDON – Tottenham Hotspur sukses memetik kemenangan atas Chelsea di Stamford Bridge dengan skor 3-1 dalam lanjutan pekan ke-32 Liga Inggris 2017-2018. Spurs sebenarnya tertinggal lebih dulu dari kubu tuan rumah. Namun, tim berjuluk The Lilywhites itu mampu bangkit dan keluar dari tekanan yang diberikan para pemain maupun pendukung Chelsea hingga akhirnya meraih kemenangan.

Laga langsung berlangsung tegang sejak awal wasit meniup peluit dimulainya pertandingan. Pasalnya, baik Chelsea maupun Spurs sama-sama memiliki niatan untuk melancarkan serangan begitu mendapat bola. Apresiasi patut diberikan kepada para pemain Spurs, karena meski berada dalam tekanan sorakan suporter Chelsea, skuad asuhan Mauricio Pochettino itu tetap bermain dengan tenang.

Sementara bagi pemain Chelsea, terikan dari ribuan para pendukungnya membuat semangat mereka bangkit dan tak ragu meluncurkan serangan. Kubu tuan rumah sebenarnya mampu merobek gawang Spurs pada menit ke-19, setelah Marcos Alonso memaksimalkan umpan silang yang dilepaskan N’Golo Kante. Namun sayangnya, gol tersebut dianulir lantaran Alonso telah berada dalam posisi off-side.

Chelsea baru benar-benar bisa mendapatkan keunggulannya pada menit ke-30. Berawal dari serangan yang dibangun di sisi kanan lini pertahanan Spurs, Victor Moses melepaskan umpan silang ke jantung pertahanan tim tamu. Para pemain Spurs tak ada yang mampu menggapai bola tersebut, namun Alvaro Morata mampu menuntaskannya dengan baik melalui sundulan. Chelsea pun unggul 1-0.

Tertinggal satu gol nyatanya tak membuat Dele Alli dan kolega terpuruk. Spurs mencoba bangkit hingga akhirnya membuat publik Stamford Bridge terbungkam. Adalah Christian Eriksen yang pada menit ke-45+1 dengan tendangan jarak jauhnya dari luar kotak penalti menembus gawang Chelsea kawalan Caballero. Bola melambung dan menukik membuat Caballero tak bisa menghentikannya. Babak pertama berakhir dengan skor 1-1.

Di babak kedua, baik Chelsea maupun Spurs sama-sama masih bermain terbuka. Hanya saja, dewi keberuntungan nampaknya berpihak kepada tim tamu. Pada menit ke-62, Spurs membalikkan keadaan. Memanfaatkan lini pertahanan Chelsea yang sedikit lowong, Eric Dier melepaskan umpang lambung jauh ke depan yang lekas disongsong oleh Alli.

Gelandang Timnas Inggris itu dapat mengontrol bola dengan baik dan dengan satu sentuhan menceploskannya secara mudah ke dalam gawang Chelsea. Lagi-lagi Caballero diperdaya oleh aksi indah permainan para penggawa Spurs. Tim tamu pun berbalik unggul 2-1.

Penderitaan Chelsea tak berhenti sampai di situ, karena pada menit ke-66 Spurs kembali mencetak gol. Berawal dari aksi Son Heung Min yang menciptakan kemelut di muka gawang Chelsea, dengan cermat Alli lekas memanfaatkan peluang tersebut hingga berbuah gol dan membuat Spurs memimpin 3-1.

Di sepanjang sisa pertandingan, Chelsea terus berupaya untuk bisa mencetak gol dan menghindarkan diri dari kekalahan. Sayangnya, hal tersebut tak kunjung terjadi hingga wasit meniup peluit mengakhiri pertandingan. Spurs pun sukses mempermalukan Chelsea di hadapan publik Stamford Bridge dengan skor 3-1.
 
Susunan Pemain
 
Chelsea: Caballero, Rudiger, Christiensen, Azpilicueta, Alonso (Emerson 83’), Kante, Fabregas, Moses (Giroud 81’), Hazard, Willian, Morata (Hudson-Odoi 88’)

Tottenham Hotspur: Lloris, Davies, Vertonghen, Sanchez, Trippier, Dembele, Dier (Wanyama 81’), Eriksen, Alli, Lamela (Sissoko 88’), Son (Kane 74’)

Gianluca Vialli Sebut Conte Tak Sabar Tinggalkan Chelsea

LONDON – Kekalahan dengan skor 1-3 yang didapat Chelsea dari Tottenham Hotspur dalam lanjutan pekan ke-32 Liga Inggris 2017-2018 membuat nasib pelatih Chelsea, Antonio Conte, kini semakin suram. Pasalnya, Conte sudah hampir dapat dipastikan akan meninggalkan kursi pelatih Chelsea.

Kondisi tersebut nyatanya justru diaminkan oleh rekan setim Conte kala masih sama-sama menjadi penggawa Juventus, Gianluca Vialli. Bahkan, Vialli menilai bahwa Conte sendirinya sebenarnya sudah tak tahan berada di Chelsea dan ingin buru-buru meninggalkan tim berjuluk The Blues itu.

ialli menjelaskan bahwa manajemen Chelsea dan Conte memiliki perbedaan besar yang pada akhirnya membawa menuju perpecahan. Di satu sisi, Conte merupakan sosok pelatih yang dalam setiap bursa transfer yang dilakukan oleh klub, maka dirinya harus terlibat. Sementara kubu manajemen Chelsea justru memandang transfer pemain adalah tugas dari manajemen, sedangkan pelatih tak perlu ikut campur.

Tentu masih segar dalam ingatan perseteruan antara Conte dengan manajemen Chelsea di bursa transfer musim panas lalu. Para pemain yang diinginkan Conte semisal Alex Sandro tak didatangkan. Justru sebaliknya, manajemen Chelsea malah menjual Nemanja Matic, yang pada musim lalu menjadi senjata utama Conte kala membawa The Blues menjuarai Liga Inggris.

Kondisi tersebut jelas sangat kontras dengan apa yang terjadi kala Conte masih melatih Juventus. Di klub raksasa Italia itu Conte memiliki suara untuk bisa menentukan pemain mana saja yang direkrut dan mana yang boleh hengkang.

“Conte tak bisa menunggu untuk meninggalkan Chelsea. Dia tidak bisa bertahan bahwa mereka menjual atau membeli pemain tanpa berkonsultasi lebih dulu dengannya. Kebenarannya adalah Chelsea menginginkan manajer yang lebih dari pria klub,” ujar Vialli, mengutip dari Football Italia, Senin (2/4/2018).

Kendati pun nantinya Conte meninggalkan Chelsea, baik itu karena dipecat atau mengundurkan diri, Vialli menilai bahwa mantan rekan timnya itu akan segera mendapatkan pekerjaan baru dan meraih sukses. Maklum saja, pasalnya saat ini nama Conte kerap dikaitkan dengan sejumlah tim, baik itu Paris Saint-Germain (PSG) atau pun Timnas Italia.

“Apakah itu Timnas Italia atau Paris Saint-Germain, dia akan menemukan tempat di mana dia bisa mulai memenangkan sesuatu yang penting lagi. Akan ada antrean kontrak baginya untuk ditandatangani,” pungkas Vialli.

Monchi: Roma Tidak Akan Ubah Gaya Bermain saat Hadapi Barcelona

BARCELONA – Direktur olahraga AS Roma, Ramon Rodriguez Verdejo atau yang lebih dikenal Monchi menegaskan timnya tidak akan mengubah gaya bermain mereka hanya untuk melawan Barcelona di leg I perempatfinal Liga Champions 2017-2018, pada Kamis 5 April 2018 dini hari WIB. Monchi mengatakan, Roma memiliki filosofi dan kualitas bermainnya sendiri yang tidak bisa diubah begitu saja.

Giallorossi –julukan Roma– telah menjadi salah satu kejutan besar di turnamen antarklub Eropa musim ini. Bagaimana tidak, mereka mampu menjuarai grup yang berisikan klub-klub seperti Chelsea dan Atletico Madrid. Roma pun mampu menyingkirkan Shakhtar Donetsk agar lolos ke perempatfinal Liga Champions pertama mereka sejak satu dekade lalu.

Meskipun begitu, Monchi mengatakan Barcelona salah satu kandidat juara di Liga Champions musim ini. Menurut pria berpaspor Spanyol itu, Barcelona memiliki kemampuan dan kewajiban untuk dijadikan favorit ajang tersebut. 

“Saya pikir Barcelona yang saat ini berbeda dengan yang musim lalu. Bukan berarti menjadi lebih baik atau lebih buruk, tapi hanya berbeda saja. Mereka memiliki kualitas yang kita semua ketahui sangat sulit untuk dikalahkan,” ucap Monchi, mengutip dari Football Italia, Senin (2/4/2018).

“Roma harus mengetahui kemampuan lawan dan mencoba untuk berbeda dari mereka. Akan tetapi, hal yang paling penting adalah kami harus melakukan dengan cara kami sendiri. Karena kami memiliki filosofi dan kualitas sendiri. Kami tidak ada niat untuk meninggalkan cara tersebut,” tambah Monchi.

Monchi juga percaya, laga melawan Barcelona itu akan membuat motivasi tersendiri bagi para pemain Roma yang telah bersusah payah untuk mencapai posisi tersebut. Pertandingan saat menghadapi Blaugrana akan menjadi pengalaman yang berharga tentunya untuk Giallorossi.

Tidak hanya di Liga Champions Roma memberikan kejutan, klub asal ibu kota Italia itu pun tampil baik di Liga Italia 2017-2018. Saat ini mereka berada di peringkat ketiga klasemen sementara. Mereka unggul tiga angka dari Inter yang berada di peringkat keempat dan terpaut 14 poin dari Napoli yang ada di posisi kedua.

PSG Tegaskan Tak Akan Rekrut Conte untuk Gantikan Emery

PARIS – Hasil buruk yang didapat klub kaya raya asal Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), di ajang Liga Champions 2017-2018 membuat kursi pelatih klub berjuluk Les Parisiens itu memanas. Pasalnya, manajemen PSG dikabarkan tak puas dengan kinerja pelatih mereka, Unai Emery, dan ingin menggantinya dengan sosok baru yang lebih berprestasi. Namun, kabar itu lekas dibantah oleh Direktur Olahraga PSG, Antero Henrique.

Seperti diketahui, pada musim ini PSG sebenarnya memiliki skuad yang luar biasa. Hal tersebut tentunya tak lepas dari belanja gila-gilaan yang dilakukan klub asal kota mode itu pada bursa transfer musim panas 2017 dengan mendatangkan Neymar da Silva dan Kylian Mbappe. Namun sayang, langkah mereka di ajang Liga Champions harus terhenti di babak 16 besar setelah kalah dari Real Madrid dengan agregat 2-5.

Tidak hanya musim ini, pada musim lalu PSG juga mengalami nasib serupa. Hanya saja, pada musim 2016-2017 mereka disingkirkan oleh Barcelona di babak 16 besar. Hal tersebut seolah membuktikan kalau kekuatan finansial dan skuad luar biasa yang dimiliki PSG tak menjamin kesuksesan mereka di Eropa.

Tak ayal, Emery pun kerap dijadikan kambing hitam atas kegagalan PSG tersebut. Bahkan, banyak pula yang memberitakan kalau posisi Emery pada musim depan akan digantikan oleh pelatih Chelsea saat ini, Antonio Conte. Rumor tersebut tercipta lantaran Conte memiliki nasib yang sama juga di Chelsea, di mana masa depannya kini berada di ujung tanduk karena The Blues tampil tidak memuaskan.

Kendati begitu, Henrique mengungkapkan kalau saat ini PSG tidak sedang mencari pelatih baru. Ia menerangkan kalau Emery akan tetap menjadi PSG pada musim depan karena manajemen masih percaya dengan kemampuan pelatih asal Spanyol itu.

“Setiap hari kami dihadapkan dengan informasi mengenai pelatih PSG. Agar jelas: pelatih PSG adalah Unai Emery, dia memiliki kontrak dengan klub dan ini bukan waktunya untuk membicarakan subjek ini,” ucap Henrique, seperti diwartakan Four Four Two, Sabtu (31/3/2018).

“Kami berada di sebuah fase yang penting dari musim ini, kami memiliki banyak pekerjaan untuk mencapai target-target kami dan kami harus fokus dan terlibat,” lanjutnya.

“Tidak ada pelatih yang bisa mengaku-ngaku telah bicara dengan kami atau terlibat dengan kami soal masa depan. Seluruh pendukung PSG harus tahu bahwa hanya klub yang berwenang mengomunikasikan informasi resmi,” tuntas Henrique.

Barcelona Susah Payah Imbangi Sevilla 2-2

SEVILLA – Barcelona harus bersusah payah saat bertandang ke markas Sevilla dalam laga lanjutan pekan ke-30 Liga Spanyol 2017-2018. Blaugrana –julukan Barcelona– harus puas berbagi angka dengan tuan rumah dengan skor akhir 2-2.

Di menit awal babak pertama, Barcelona langsung melakukan serangan ke lini pertahanan Sevilla. Penyerang Barcelona, Luis Suarez pun memiliki peluang untuk menciptakan gol pada menit ketiga, namun tendangannya tersebut masih mampu dimentahkan oleh kiper Sevilla, yakni Sergio Rico.

Tak cukup sampai disitu, Barcelona terus menekan Sevilla. Beberapa peluang pun tercipta oleh Andres Iniesta pada menit ketujuh dan Suarez di menit kesembilan, namun mereka belum bisa memaksimalkan peluang tersebut.

Tidak tinggal diam, Sevilla pun mulai mengatur serangan balik untuk melepaskan diri dari serangan yang dilancarkan Blaugrana tersebut. Winger Sevilla, Joaquin Correa, akhirnya membuka peluang pertama bagi tim berjuluk Los Nervionenses di menit ke-13, namun tendangan yang ia lesatkan masih mampu ditahan oleh Samuel Umtiti.

Terlalu asyik menyerang, pertahanan Barcelona pun dibobol oleh Sevilla terlebih dahulu. Adalah Franco Vazquez yang mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-36 usai berhasil memanfaatkan umpan dari Correa.

Sebelum babak pertama berakhir, kedua tim saling jual-beli serangan, namun skor pun tidak berubah, yakni 1-0 untuk keunggulan Sevilla.

Di babak kedua, giliran Sevilla yang berinisiatif untuk melakukan serangan terlebih dahulu. Alhasil, pada menit ke-50 Luis Muriel yang menerima bola tepisan Ter Stegen, langsung melesatkan tendangan ke arah kanan gawang hingga mampu merobek jala gawang Barcelona dengan memanfaatkan buruknya pertahanan Blaugrana tersebut.

Dengan tertinggal 0-2, pihak Barcelona tampaknya mulai panik dan terus melancarkan tekanan sekuat tenaga. Bahkan, pelatih Barcelona, Ernesto Valverde pun menggantikan Ousmane Dembele dengan Lionel Messi pada menit ke-58.

Masuknya Messi ternyata membawa dampak positif bagi Barcelona. Melalui umpan yang diberikan Messi kepada Coutinho, mampu membuat Barcelona menciptakan peluang. Akan tetapi, Simon Kjaer membaca pergerakan operan tersebut dan langsung membuang bola tersebut.

Sevilla tampaknya masih ingin terus untuk menambahkan pundi-pundi golnya. Kali ini, Muriel kembali mengancam gawang Stegen di menit ke-62, namun tembakan Muriel masih terlalu melebar. Tampaknya, serangan balik masih menjadi momok bagi Barcelona di pertandingan tersebut.

Usaha keras yang Barcelona perlihatkan di menit-menit akhir pertandingan akhirnya berbuahkan hasil. Suarez mampu memperkecil ketertinggalan timnya pada menit ke-88 usai memanfaatkan umpan dari Coutinho.

Dan gol yang ditunggu-tunggu Barcelona pun terjadi, kali ini megabintang mereka, yakni Messi yang mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-89. Gol tersebut pun menyelamatkan Barcelona dari kekalahan. Sampai babak kedua berakhir, skor tetap 2-2.

Susunan Pemain:
 
Sevilla:
Sergio Rico; Sergio Escudero, Clement Lenglet, Simon Kjaer, Gabriel Mercado (Miguel Layun 46’); Ever Banega, Steven Nzonzi, Joaquin Correa (Guido Pizzarro 72’), Franco Vazquez, Jesus Navas (Nolito 81’); Luis Muriel.

Barcelona:
Ter Stegen; Jordi Alba, Samuel Umtiti, Gerard Pique, Sergi Roberto; Andres Iniesta (Paco Alcacer 81’), Ivan Rakitic, Paulinho (Denis Suarez 77’); Philippe Coutinho, Luis Suarez, Ousmane Dembele (Lionel Messi 58’).

Pochettino: Prioritas Kane Adalah Spurs, Bukan Top Skor

LONDON – Dalam dua musim terakhir, nama striker Tottenham Hotspur, Harry Kane, selalu menjadi pemuncak daftar pencetak gol terbanyak Liga Inggris. Kendati begitu, pada musim kompetisi 2017-2018, dominasi Kane tersebut diganggu oleh pemain anyar Liverpool, Mohamed Salah.

Saat ini, Kane telah melesakkan 24 gol untuk Spurs di ajang Liga Inggris. Jumlah tersebut sebenarnya dapat dikatakan fantastis. Namun sayangnya, koleksi gol Salah masih lebih banyak dari apa yang ditorehkan Kane tersebut. Bagaimana tidak, sejauh ini Salah telah mengemas 29 gol bagi Liverpool di ajang Liga Inggris.

Tak bisa dimungkiri bahwa yang menjadi salah satu penyebab kalahnya jumlah gol Kane dibandingkan Salah adalah karena striker asal Inggris itu sempat absen dalam pertandingan yang dilakoni Spurs lantaran mengalami cedera. Bahkan, saat ini Kane masih diragukan untuk tampil di laga besar melawan Chelsea dalam lanjutan pekan ke-32 Liga Inggris 2017-2018.

Kendati begitu, Pelatih Spurs, Mauricio Pochettino, mengabarkan bahwa ia akan terus mengevaluasi keadaan Kane. Pasalnya, Pochettino mengharapkan agar Kane bisa tampil di laga melawan Chelsea tersebut. Ia menambahkan bahwa Kane juga memiliki ambisi untuk bisa membela Spurs malam nanti.
Namun, Pochettino menjelaskan kalau yang menjadi prioritas Kane adalah membawa Spurs meraih kemenangan. Pelatih berpaspor Argentina itu menampik kalau Kane ngotot tampil hanya demi mengejar gelar individu semata, seperti menjadi top skor. Menurut Pochettino, Kane adalah sosok yang spesial lantaran selalu memprioritaskan tim di atas dirinya sendiri.

“Harry sangat spesial. Dia ingin membantu tim. Tentunya dia ingin mencetak gol, tapi dia ingin mencetak gol untuk membantu tim. Tidak dalam pikirannya bahwa prioritasnya adalah untuk mengejar Salah atau pemain lainnya. Itulah yang membuatnya spesial,” ungkap Pochettino, seperti diwartakan London Football News, Minggu (1/4/2018).

“Dia ingin mencetak gol dan konsekuensinya bisa jadi memenangkan trofi itu (top skor). Namun, hal yang terpenting adalah dia ingin membantu tim. Ini bukan tentang tubuhnya, ini tentang otaknya. Otot yang paling penting yang dia miliki adalah otaknya. Dia sangat bertekad, sangat positif,” tandas Pochettino.

Ronaldo Buat Buffon Tidak Bisa Tidur Nyenyak

TURIN – Kapten Juventus, Gianluigi Buffon, mengaku tidak dapat tidur dengan nyenyak saat mengetahui akan menghadapi bintang Real Madrid, yakni Cristiano Ronaldo dan timnya di perempatfinal Liga Champions 2017-2018. Pertandingan leg I yang akan berlangsung di Allianz Stadium pada Rabu 4 April 2018 dini hari WIB itu akan menjadi pertemuan pertama bagi kedua kesebelasan setelah terakhir kali bersua di final Liga Champions 2016-2017.

Pada laga final tersebut, Madrid memetik kemenangan fantastis atas Juve dengan skor 4-1. Tak ayal, laga tengah pekan nanti akan menjadi ajang balas dendam bagi Juventus dari kekalahan di final Liga Champion musim lalu tersebut. Meskipun begitu, Buffon mengatakan tidak dapat tidur dengan lelap saat pertandingan tersebut semakin dekat.

“Pertandingan itu (Juventus vs Real Madrid) sangat kami pikirkan. Kami tahu akan ada banyak kesulitan, terlebih kami akan menghadapi tim yang lebih kuat dibandingkan dari kami. Sejarah telah membuktikannya. Mereka pun memiliki individu-individu yang luar biasa,” ucap Buffon, dikutip dari Football Italia, Senin (2/4/2018). 

“Ketika Anda akan menghadapi tim seperti Real Madrid, membuang satu pemain tidak akan membuat perbedaan besar bagi tim tersebut. Berbicara mengenai pemain Madrid dan mengetahui bahwa saya akan menghadapi Cristiano Ronaldo, membuat tidur saya tidak terlalu nyenyak,” sambung kiper berpaspor Italia itu.

Meskipun begitu, Buffon mengatakan tim yang diunggulkan kadang tidak selalu meraih kemenangan ketika bertanding di dua leg pertandingan. Ia percaya, apabila timnya mampu melakukan hal yang lebih baik dari Madrid di dua pertandingan tersebut, maka mereka mampu mencapai sesuatu yang luar biasa itu.

Akan tetapi, tampaknya akan sulit bagi Juventus untuk mengalahkan Madrid di Allianz Stadium nanti. Pasalnya, klub berjuluk Los Blancos itu, kini berada di performa terbaik mereka. Pada akhir pekan lalu, Madrid mampu mengalahkan Las Palmas 3-0 dalam laga lanjutan pekan ke-30 Liga Spanyol 2017-2018.

Ronaldo pun kini sedang berada pada performa terbaik. Bagaimana tidak, dalam lima pertandingan terakhir bersama Madrid, peraih trofi Ballon d’Or lima kali itu sudah menciptakan 11 gol. Di Liga Champions musim ini pun, Ronaldo menjadi top skor sementara dengan mengemas 12 gol.

Dele Alli: Rasanya Luar Biasa saat Kalahkan Chelsea di Stamford Bridge

LONDON – Gelandang muda Tottenham Hotspur, Dele Alli, merasa sangat luar biasa ketika timnya mengalahkan Chelsea 3-1 di Stamford Bridge, pada Minggu 1 April 2018 malam WIB. Pemain berpaspor Inggris itu pun mengklaim Spurs sangat percaya diri saat menghadapi Chelsea di laga tersebut.

The Lilywhites –julukan Spurs– akhirnya mampu menegakkan kepala usai melakoni laga di Stamford Bridge. Pasalnya, selama 28 tahun Spurs belum pernah sekali pun menang di kandang The Blues –julukan Chelsea– tersebut. Hal itulah yang membuat Alli dan rekan setimnya merasa bahagia atas kemenangan tersebut.

“Apa pun dapat terjadi di Liga Inggris. Kami harus memastikan diri untuk terus mendapatkan poin penuh di setiap pertandingan. Itu adalah perasaan yang luar biasa dapat menang di laga tersebut. Kami memiliki tim yang hebat dan kami percaya pada diri kami sendiri,” ucap Alli, dikutip dari Sportsmole, Senin (2/4/2018). 

Alli merupakan salah satu aktor di balik kemenangan Spurs. Ia menyumbangkan dua gol pada laga tersebut, tepatnya di menit ke-62 dan ke-64. Sebelumnya, Chelsea unggul terlebih dahulu memalui sundulan Alvaro Morata di menit ke-30. Kemudian keunggulan tersebut tak bertahan lama, lantaran Christian Eriksen menyamakan kedudukan 1-1 di menit ke-45+1.

“Kami memulai pertandingan dengan cukup bagus, namun kami tidak cukup mengancam Chelsea. Christian Eriksen pun memberikan keyakinan kepada kami usai dirinya mencetak gol. Saya senang dapat mencetak dua gol, namun yang lebih penting dari itu semua adalah kami bertahan dengan sangat baik setelah unggul 3-1. Sangat penting bagi kami untuk tetap solid di lini belakang,” sambung pemain berusia 21 tahun itu.

Dua gol yang diciptakan Alli itu pun menjadi jawaban jelas dirinya terkait banyak pihak yang mengkritik performanya akhir-akhir ini. Terlebih, pada pertandingan tersebut, Alli mencapai 100 pertandingan di Liga Inggris.

Kini, dengan Liga Inggris menyisakan tujuh pertandingan lagi, Spurs pun berniat untuk mempertahankan posisinya di empat besar klasemen Liga Inggris 2017-2018. Berkat kemenangan atas Chelsea itu, mereka memiliki jarak delapan poin dari The Blues yang berada di peringkat kelima.

Conte Dilema soal Kans Chelsea Finis di 4 Besar

LONDON – Peluang Chelsea untuk bisa finis di posisi empat besar klasemen akhir Liga Inggris 2017-2018 semakin menipis. Hal tersebut tentunya tak lepas dari kekalahan yang dialami tim berjuluk The Blues itu dari Tottenham Hotspur dalam lanjutan pekan ke-32 Liga Inggris 2017-2018 dengan skor 1-3.

Dengan kekalhan tersebut, kini Chelsea pun masih tertahan di posisi kelima klasemen sementara dengan raihan 56 poin, terpaut delapan angka dari Spurs yang menghuni posisi keempat. Dengan hanya menyisakan tujuh pertandingan lagi musim ini di ajang Liga Inggris, jelas sulit bagi Chelsea untuk bisa menggeser posisi Spurs.

Skenario terburuk bagi klub milik Roman Abramovich itu tentunya mereka tak bisa berlaga di ajang Liga Champions musim depan. Pasalnya, finis di empat besar Liga Inggris adalah satu-satunya cara yang masih bisa dilakukan Chelsea, meskipun kecil, untuk tampil di ajang bergengsi tersebut musim depan.

Chelsea kini sudah tak punya cara lain lagi, mengingat mereka baru saja disingkirkan oleh Barcelona di babak 16 besar Liga Champions 2017-2018. Hal tersebut tentunya berbeda dengan Arsenal, yang meski saat ini tertahan di posisi keenam, namun masih berlaga di ajang Liga Eropa dan hal itu bisa dimanfaatkan The Gunners untuk mendapatkan tiket mentas di Liga Champions musim depan andai mereka menjadi juara.

Menanggapi kondisi genting Chelsea tersebut, pelatih mereka, Antonio Conte, justru tengah mengalami dilema. Pasalnya, pelatih asal Italia itu kini berada di tengah-tengah antara sikap realistis dan semangat patriotik. Di satu sisi, Conte menyadari bahwa peluang timnya untuk finis di posisi empat besar sangat kecil. Namun, di sisi lain Conte enggan menyerah untuk bisa finis di jajaran empat besar, meski diakuinya sangat sulit.

“Saya tidak tahu, saya tidak tahu. Di satu sisi, kami harus relaistis dan memahami bahwa tim-tim yang posisinya berada di atas kami melaju dengan sangat cepat, dengan kecepatan yang hebat. Hari ini kami memiliki kesempatan untuk memperkecil jarak dengan Tottenham dan kami kehilangan kesempatan ini,” beber Conte, seperti dilansir Independent, Senin (2/4/2018).

“Di sisi lainnya, kami harus memahami bahwa sampai akhir kami harus terus mencoba dan melakukan yang terbaik. Mencoba dalam tujuh pertandingan tersisa ini melakukan segalanya dan mencoba mengambil tempat di Liga Champions. Namun, ini tak akan mudah. Kami memahami ini,” tuntas Conte.